Banjir di Wilayah Kalitengah Lamongan Meluas

Banjir di Wilayah Kalitengah Lamongan Meluas

TerasJatim.com, Lamongan – Hujan deras yang terus mengguyur di wilayah Lamongan utara dan bagian hulu Bengawan Solo pada Rabu (01/02) sore, mengakibatkan banjir di Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan Jatim kian meluas.

Dilansir dari Kompas, banjir yang semula menggenangi 5 desa yakni Desa Blajo, Gambuhan, Bojoasri, Pucangtelu, dan Tiwet, kini bertambah 2 desa lagi yang terdampak air luapan Bengawan Solo, yakni Desa Jelak Catur dan Somosari.

“Desa Jelak Catur sebelumnya memang banjir di jalan desanya saja, tapi mulai menjelang maghrib tadi air sudah masuk ke rumah warga. Ada sekitar 15 rumah di Desa Jelak Catur yang kini sudah digenangi air,” ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Suprapto, Rabu (01/02) malam.

Selain 15 rumah, banjir juga merendam 7 hektar area persawahan dan tambak warga yang berada di Desa Jelak Catur.

Sementara di Desa Somosari, ada sekitar 23 rumah warga yang sudah tergenang air, dengan area persawahan dan tambak yang terdampak mencapai 5 hektar.

Meski beberapa pompa di bendungan sudah dihidupkan untuk segera menyusutkan debit air, namun derasnya hujan yang turun di bagian hulu Bengawan Solo serta di Lamongan membuat daerah terdampak banjir meluas.

“Selain hujan di sini, saya juga dapat laporan hujan deras juga melanda Bojonegoro, Tuban, dan Ngawi pada hari ini, sehingga debit air di Bengawan Solo pun ikut meningkat,” ucapnya.

Menurut data BPBD Lamongan, ada sebanyak 35 rumah terdampak dengan luas area persawahan dan tambak mencapai 7 hektar di Desa Blajo, sebanyak 45 rumah dengan luas area persawahan dan tambak mencapai 9 hektar di Desa Bojoasri, sebanyak 32 rumah dengan luas area persawahan dan tambak mencapai 8 hektar di Desa Gambuhan.

Selanjutnya di Desa Pucangtelu, ada sebanyak 48 rumah dengan luas area persawahan dan tambak mencapai 10 hektar yang terdampak. Adapun di Desa Tiwet yang semula hanya melanda area persawahan dan jalan desa, kini sudah ada enam rumah terdampak dengan luas area persawahan dan tambak mencapai 5 hektar.

Sementara itu, di papan ukur yang ada di bendungan Babat pada Rabu kemarin pukul 18.00 WIB, ketinggian air tercatat 7,11 meter. Sedangkan di Laren tercatat 5,12 meter, di Karanggeneng 3,89 meter, dan di Kuro tercatat 1,78 meter. (Kta/Red/TJ)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim