Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Antisipasi Rawan Pangan, Pemkab Pacitan Targetkan 33 Ton Cadangan Beras

Antisipasi Rawan Pangan, Pemkab Pacitan Targetkan 33 Ton Cadangan Beras

TerasJatim.com, Pacitan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Pangan telah menargetkan untuk cadangan beras di tahun 2019 ini sebanyak 33 ton. Hal ini untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah Pacitan.

Menurut Kepala Dinas Pangan Kabupaten Pacitan, Ir. Bambang Supriyoko, jumlah tersebut cukup meningkat jika dibanding dengan cadangan beras sebelumnya, yang hanya sekitar 22,5 ton.

“Ini baru proses, Insyaallah nanti untuk pengadaan beras tahun ini sekitar 33 ton. Mudah-mudahan tahun depan terus kita tingkatkan,” ujarnya kepada TerasJatim.com, di sela-sela menghadiri rapat di gedung DPRD Pacitan, Kamis (14/03/19).

Bambang menerangkan, cadangan beras tersebut diperuntukkan sebagai persiapan dalam menghadapi kondisi maupun situasi rawan pangan transien, atau kondisi rawan pangan yang terjadi secara tiba-tiba di masyarakat.

“Misalnya, pada waktu nelayan tidak melaut karena ombak besar maupun waktu tidak musim ikan. Kemudian, waktu musim kekeringan dan petani tidak panen dan sebagainnya,” terangnya.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, ketika cadangan beras yang disimpan di gudang tidak terpakai, maka beras harus dilepas dan diganti dengan beras yang baru. Karena sangat berisiko mengalami kerusakan jika beras disimpan dalam gudang dengan waktu yang cukup lama.

Meski demikian, pihaknya berharap ke depan masih ada hal-hal yang memang perlu diperhatikan, terutama akses pangan itu sendiri, dalam hal ini daya beli dari masyarakat. Dan bagi masyarakat yang kurang mampu, untuk akses pangan sudah dibantu dengan progam-progam yang lain.

“Karena akses pangan ini penting dan melihatnya harus sampai di tingkat bawah atau rumah tangga. Dan Alhamdulillah untuk akses pangan bagi keluarga yang kita yakini kurang mampu itu sudah dibantu progam lain, seperti grindulu mapan, rastra dan sebagainya,” pungkasnya. (Git/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim