Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

3 Hari Hilang, Jasad Pemuda asal Ponorogo Ditemukan Mengapung di Wilayah Bojonegoro

3 Hari Hilang, Jasad Pemuda asal Ponorogo Ditemukan Mengapung di Wilayah Bojonegoro

TerasJatim.com, Bojonegoro -Setelah tiga hari dilaporkan tenggelam terseret arus sungai Gentong, Ahmad Puji Santoso (21), pemuda asal Desa Ngampel Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, akhirnya ditemukan sudah menjadi mayat di aliran Sungai Bengawan Solo, di Desa Payaman Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, Kamis (25/01) siang.

Sebelumnya, jasad korban sempat terlihat mengapung di aliran Sunga Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Ngawi, pada Rabu (24/01) malam. Namun karena derasnya arus dan kondisi cuaca yang gelap, jasad korban tidak dapat dievakuasi. Sehingga BPBD Kabupaten Ngawi segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bojonegoro untuk membantu evakuasi korban jika korban diitemukan di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Kapolsek Ngraho, AKP H Purwanto menuturkan, penemuan jasad korban bermula saat pihaknya menerima laporan dari warga adanya penemuan mayat yang mengapung di aliran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Desa Payaman Kecamatan Ngraho.

Mendapat laporan tersebut, pihaknya bersama relawan serta warga setempat segera mengevakuasi korban. “Jasad korban berhasil dievakuasi sekira pukul 10.00 WIB dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Ngraho guna dilakukan visum,” terangnya, kamis (25/01) sore.

Berdasarkan informasi yang diterima dari BPBD Kabupaten Ngawi, korban tenggelam pada Selasa (23/01) sekira pukul 13.00 WIB, saat bersama teman-temannya sedang menjaring ikan di sungai desa setempat.

Selang beberapa saat, korban mengajak temannya untuk lumban atau berenang sambil bermain air di sungai. Namun, teman-temannya tidak mau mengikuti ajakan korban. “Saat itu korban tetap nekat berenang sendirian dan berupaya menyeberangi sungai.” lanjutnya.

Tak lama kemudian, korban berteriak meminta tolong. Namun oleh teman-temannya hal itu dianggap bercanda. Malahan, teman-temannya justru mengikuti korban yang hanyut dengan berjalan di pinggir sungai. “Namun ternyata korban benar-benar tenggelam dan tidak terlihat karena terbawa arus aliran sungai,” imbuh Purwanto.

Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak berwenang.

Purwanto menambahkan, berdasarkan pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada jasad korban. “Penyebab kematian korban murni karena tenggelam,” tukasnya.

Saat berita ini ditulis, pihak keluarga sedang dalam perjalanan menuju ke Ngraho untuk menjemput jasad korban. (Ev/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim