Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

2 Warga asal Trenggalek Laporkan Dugaan Kasus Korupsi ke Polda Jatim

2 Warga asal Trenggalek Laporkan Dugaan Kasus Korupsi ke Polda Jatim

TerasJatim.com, Surabaya – Dua warga yang mengaku berasal dari Kabupaten Trenggalek, mendatangi gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Jatim, Rabu (15/11).

Mereka datang jauh-jauh dari Trenggalek ke Polda Jatim di Jalan A Yani Surabaya itu, untuk melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam sejumlah proyek di salah satu dinas di Pemkab Trenggalek.

Keduanya, bernama Joko Prasetyo bersama rekannya, Budiman Ahmad Faisal, warga Trenggalek

“Dari petugas SPKT tadi disuruh langsung ke Ditreskrimsus untuk melapor, tanpa harus ke SPKT tidak apa-apa,” kata Joko.

Menurut Joko, laporannya telah diterima petugas dan dianggap sudah lengkap. “Tapi saat dipanggil lagi nanti harus membawa beberapa berkas yang lebih banyak lagi,” lanjutnya.

Menurut Joko, kasus yang dilaporkan ke Polda Jatim ini terkait pembangunan sekitar tujuh rumah yang menggunakan dana APBD. Dari tujuh rumah yang pada saat itu  pembangunannya belum jadi sempurna, namun pembayarannya telah dinyatakan lunas.

Joko enggan membeberkan kasus di dinas mana yang dilaporkannya itu. “Kami melaporkan dinas yang ada di Kabupaten Trenggalek, tapi mohon maaf ada banyak elemen, jadi belum bisa kami beberkan sekarang,” akunya.

Joko menyebutkan, pihaknya juga melaporkan dugaan penyelewengan dalam pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, ada kasus temuan dari teman-temannya sebelum 2017, misalnya di tahun 2016 dan 2013.

“Kami merasa pelanggaran ini sudah berjalan bertahun-tahun. Kami berusaha untuk membenahi itu. Tapi kenyataannya sulit, jadi kami tempuh jalur hukum,”  tegasnya.

Terkait nama rekanan pemkab yang menggarap proyek yang dilaporkannya tersebut, Joko mengaku belum bisa membebeberkan sekarang. Sebab, lanjut Joko, masih ada berkas yang tak turut serta dibawanya dalam pelaporannya itu.

“Yang kami laporkan terkait masalah kebijakan, artinya kami laporkan dalam beberapa lampiran saja yang kami bawa sekarang, sisanga masih di rumah,” pungkasnya. (Ah/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim